20 November 2025
“Membentuk Pemimpin Berkarakter, Berjiwa Qur’ani.” Latihan Dasar Kepemimpinan Santri (LDKS) 2025 di Pesantren Tahfizh Madinah Qur’an menjadi sarana strategis untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan karakter unggul pada diri para santri. Kegiatan ini dirancang untuk membentuk santri yang disiplin, bertanggung jawab, dan mampu berperan sebagai pemimpin yang berintegritas. Dengan mengusung semangat kebersamaan, LDKS tahun ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan dengan sikap yang matang.
Pelaksanaan LDKS 2025 berfokus pada penguatan karakter melalui berbagai materi dan praktik kepemimpinan. Para santri mendapatkan pembinaan mengenai manajemen diri, komunikasi efektif, kerja sama tim, serta penyelesaian masalah. Materi tersebut disampaikan secara sistematis agar santri mampu memahami peran penting seorang pemimpin dalam lingkungan pesantren maupun masyarakat.
Selain materi kelas, LDKS juga diisi dengan kegiatan praktik seperti simulasi kepemimpinan, diskusi kelompok, dan permainan edukatif yang menekankan aspek kebersamaan. Melalui kegiatan ini, para santri dilatih untuk berani mengambil keputusan, mengatur strategi, serta berkomunikasi dengan baik dalam kelompok. Pendekatan praktik ini membantu santri menerapkan teori kepemimpinan secara langsung, sehingga kemampuan mereka berkembang secara lebih optimal.
Antusiasme para santri terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka menunjukkan kesungguhan dalam mengikuti setiap sesi, baik saat menerima materi maupun saat terlibat dalam praktik lapangan. Interaksi positif antar-santri menciptakan suasana yang kondusif dan menyenangkan, sehingga seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan efektif dan penuh semangat.
LDKS 2025 di Pesantren Tahfizh Madinah Qur’an diharapkan menjadi bekal penting bagi para santri dalam membangun karakter kepemimpinan yang kuat dan berakhlak. Dengan kemampuan yang terus diasah, para santri diharapkan mampu menjadi pribadi yang mandiri, percaya diri, dan siap memimpin di berbagai bidang. Kegiatan ini menegaskan komitmen pesantren dalam mencetak generasi Qur’ani yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga unggul dalam sikap dan kepemimpinan.