25 Maret 2026
Menjelang perpulangan liburan Idulfitri 2026, suasana hangat penuh kebersamaan terasa begitu kuat di lingkungan Madrasah Madinah Qur’an. Para santri memanfaatkan momen terakhir sebelum pulang ke rumah masing-masing dengan berkumpul bersama para asatidz untuk mempererat ukhuwah dan saling berbagi nasihat. Kebersamaan tersebut menjadi kenangan indah yang tidak hanya menghadirkan kebahagiaan, tetapi juga memperkuat hubungan antara guru dan santri dalam bingkai keluarga besar Madinah Qur’an.
Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Ahmad Luthfil Halim memberikan banyak pesan berharga kepada para santri agar senantiasa menjaga akhlak, ibadah, dan adab ketika berada di rumah selama masa liburan. Beliau mengingatkan bahwa seorang santri tidak hanya membawa nama baik dirinya sendiri, tetapi juga membawa nama baik orang tua, guru, dan lembaga tempatnya menuntut ilmu. Nasihat tersebut disampaikan dengan penuh kelembutan sehingga menyentuh hati para santri yang hadir.
Sementara itu, Ustadz Enjang Fakhrurozi mengajak para santri untuk tetap menjaga hafalan Al-Qur’an dan membiasakan diri mengisi waktu liburan dengan kegiatan yang bermanfaat. Beliau menekankan bahwa liburan bukan alasan untuk lalai dari murajaah dan ibadah. Dengan suasana santai namun penuh makna, para santri tampak antusias mendengarkan arahan dan motivasi yang diberikan sebelum mereka kembali berkumpul bersama keluarga di kampung halaman.
Momen kebersamaan tersebut juga diisi dengan saling bersalaman, berbincang hangat, serta doa bersama agar seluruh santri diberikan keselamatan selama perjalanan dan keberkahan dalam menjalani liburan Idulfitri. Tawa dan senyum para santri menghiasi setiap sudut lingkungan madrasah, menciptakan suasana haru sekaligus bahagia. Kebersamaan sederhana seperti inilah yang menjadi bagian penting dalam pendidikan di Madinah Qur’an, yaitu membangun kedekatan hati antara guru dan murid.
Perpulangan liburan Idulfitri 2026 bukan sekadar momen pulang ke rumah, tetapi juga menjadi waktu untuk membawa pulang nilai-nilai kebaikan yang telah dipelajari di madrasah. Semoga kebersamaan yang terjalin antara para santri dengan para asatidz menjadi wasilah tumbuhnya semangat dalam menuntut ilmu, menjaga Al-Qur’an, serta memperkuat adab dan akhlak mulia di mana pun berada. Madrasah Madinah Qur’an terus berkomitmen menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada ilmu, tetapi juga pada pembinaan hati dan karakter islami.